Tuesday, 1 December 2015

MAKALAH FILSAFAT ILMU - HUBUNGAN ILMU,AGAMA DAN SENI

BAB I
 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tidak dapa kita pungkiri bahwa  perkembangan peradaban manusia yang  ada pada saat  ini merupakan bentuk desakan dari pengaruh berkembangnya aspek-aspek kehidupan di masa lalu. Manusia dengan alam pikirannya selalu melahirkan inovasi baru yang pada akhirnya memberikan efek saling tular serta membentuk sikap tertentu pada lingkungannya. Fenomena ini akan membawa kita pada masa depan manusia yang berbeda dan lebih kompleks.
Prediksi pada ilmuwan Barat yang menyatakan bahwa agama formal (organized religion) akan lenyap, atau setidaknya akan menjadi urusan pribadi, ketika iptek dan filsafat semakin berkembang, ternyata tidak terbukti. Sebaliknya, dewasa ini sedang terjadi proses artikulasi peran agama (formal) dalam berbagai jalur sosial, politik, ekonomi, bahkan dalam teknologi.Manusia yang berpikir filsafati, diharapkan bisa memahami filosofi kehidupan, mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga lebih arif dalam memahami sumber, hakikat dan tujuan dari ilmu yang ditekuninya, termasuk pemanfaatannya bagi masyarakat.
Sejarah umat manusia sesungguhnya tidak pernah sunyi dari para pencari Tuhan. Dengan dorongan sifat fitri keimanan (Religionitas),umat manusia melakukan pencarian demi pencarian Tuhan yang sebenarnya. Bagi sebagian orang,agama memang menjadi jawaban. Namun demikian,sejak ratusan tahun bahkan ribuan tahun silam,dunia telah diramaikan oleh para filusuf yang selalu terlibat dalam diskursus ketuhanan (teologi), bahkan dalam wacana tentang asal-usul alam semesta (ontologi) dang tn ilmu pengetahuan (epistemologi).



1.2  Rumusan Masalah

1.      Mengapa di dalam mencari kebenaran agama itu terdapat hubungannya dengan ilmu?
2.      Apakah agama itu harus diyakini dan dimilki setiap orang?
3.      Bagaimana cara seseorang untuk menuangkan gagasan atau ide ?
4.      Bagaimana keterkaitan hubungan ilmu,agama dan seni ?
5.      Apa yang menjadi titik perbedaan antara ilmu dan agama ?

1.3  Tujuan

Tujuan kami untuk mengetahui bahwa hubungan ilmu,agama dan seni sangat erat dan saling terkait antara satu dan lainnya. Dimana ketiganya memiliki kekuatan daya gerak dan refleksi yang berasal dari manusia.


BAB II
PEMBAHASAN
1.1  Pengertian Ilmu
Kata ilmu berasal dari bahasa arab (alima) dan berarti pengetahuan. Ilmu adalah pengetahuan. Dengan “pengetahuan ilmu” dimaksud pengetahuan yang pasti,eksak dan betul-betul terorganisasi. Jadi pengetahuan yang berasaskan kenyataan dan tersusun baik. Ilmu mengandung tiga kategori isi:hipotesis,teori dan dalil hukum. Ilmu merupakan perkembangan lanjut dan mendalam dari pengetahuan indra. Ilmu haruslah sistematis dan berdasarkan metodologi dan ia berusaha mencapai generalisasi.
Dalam kajian ilmiah,kalau data yang baru terkumpul sedikit atau belum cukup, maka ilmuwan membina hipotesis. Hipotesis ialah dugaan pikiran berdasarkan sejumlah data.
Macam-macam jenis ilmu:
1.      Ilmu praktis. Ia tidak hanya sampai kepada hukum umum atau abstraksi,tidak hanya terhenti pada teori,tetapi menuju kepada dunia kenyataan. Ia mempelajari hubungan sebab-akibat untuk di terapkan dalam alam kenyataan.
2.      Ilmu praktis normatif. Ia memberi ukuran-ukuran (kriterium) dan norma-norma.
3.      Ilmu praktis positif. Ia memberikan ukuran atau norma yang lebih halus daripada ilmu praktis normatif. Norma yang dikaji ialah bagaimana membuat sesuatau atau tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai hasil tertentu,
4.      Ilmu spekulatif ideografis. Ilmu spekulatif yang tujuannya mengkaji kebenaran objek dalam wujud nyata dalam ruang dan waktu tertentu.
5.      Ilmu spekulatif-nomotetis. Ia bertujuan mendapatkan hukum umum atau generalisasi substantif.
6.      Ilmu spekulatif-teoretis. Ia bertujuan memahami kausalitas. Tujuannya memperoleh kebenaran dari keadaanatau peristiwa tertentu

1.2  Pengertian Agama
Agama merupakan suatu lembaga atau institusi penting yang mengatur kehidupan rohani manusia. Pengertian agama dalam konsep Sosiologi adalah kepercayaan terhadap hal-hal yang spiritual,perangkat kepercayaan dan praktik-praktik spiritual yang dianggap sebagai tujuan tersendiri dan ideologi mengenai hal-hal yang bersifat supranatural. Dalam konsepsi ini, agama memiliki peranan yang paling penting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sosial, keberadaan lembaga agama sangat mempengaruhi perilaku manusia. Dengan agama manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
 Dengan demikian, agama merupakan pedoman hidup manusia untuk dapat berhubungan dengan Pencipa dan berhubungan dengan sesama manusia.
Unsur-unsur agama antara lain :
1.      Kepercayaan agama. Prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi.
2.      Simbol agama. Identitas agama yang dianut umatnya.
3.      Praktik keagamaan. Hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat sesuai ajaran agama.
4.      Pengalaman keagamaan. Berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
5.      Umat beragama. Penganut masing-masing agama.

Agama diyakini dan dimiliki hampir semua orang karena agama dinilai mempunyai manfaat yang tercermin dari tugas atau fungsi agama itu sendiri. Adapun fungsi agama ada beberapa, diantaranya :
1.       Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok.
2.       Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia.
3.       Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah.
4.       Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan.
5.       Pedoman perasaan keyakinan.
6.       Pedoman keberadaan.
7.       Pengungkapan estetika (keindahan).
8.       Pedoman rekreasi dan hiburan.
9.       Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.

1.3  Pengertian Seni
Seni adalah ide, gagasan, perasaan, suara hati, gejolak jiwa, yang diwujudkan atau di ekspresikan melalui unsur unsur tertentu, yang bersifat indah untuk memenuhi kebutuhan manusia walaupun banyak juga karya seni yang digunakan untuk binatang. Seni indah menurut ukuran yang menikmatinya.

Seni mempunyai beberapa cabang, diantaranya :
1.       Seni Rupa
2.       Seni Tari/gerak
3.       Seni Suara/Vocal/Musik
4.       Seni Sastra
5.       Seni Teater/drama
Unsur-unsur seni antara lain :
a.       Garisan. Garisan merupakan cantuman titik-titik yang bersambungan atau yang mempunyai jarak tertentu. Garisan memainkan peranan yang amat penting dalam menwujudkan rupa, bentuk, jalinan, pergerakan, ton dan corak. Garisan juga memainkan peranan yang penting dalam menunjukkan seseorang perasaan dalam sesebuah karya.
b.      Bentuk. Bentuk ialah merupakan objek yang mempunyai keluasan, ketinggian dan mempunyai permukaan yang lebih daripada satu.
c.       Jalinan. Jalinan bermaksud kesan yang terdapat dalam seseuatu permukaan objek. Jalinan terbahagi kepada dua yaitu jalinan sentuh danjalinan tampak.
d.      Ruang. Ruang ialah kawasan kosong yang terdapat dalam suatu objek ataupun jarak yang ada diantara kedua objek dalam sesebuah karya seni.
e.       Warna. Warna memainkan peranan yang penting dalam menwujudkan suasana yang tidak bosan. Warna dapat menunjukan perasaan seseorang pelukis semasa menggunakan jenis-jenis warna dalam penghasilan lukisan. Warna merupakan elemen yang amat penting dalam bidang seni visual.
1.4  Hubungan Agama dan Seni
Agama dan seni adalah dua hal yang selalu ada dalam setiap hidup manusia. Keduanya mempunyai kedudukan tersendiri dalam hidup masing-masing orang. Maka tidaklah salah jika keduanya mempunyai hubungan. Adapun beberapa pola hubungan antara agama dan seni adalah antara lain :
a.       Agama memerlukan perwujudan dalam bentuk benda dan tindakan, baik untuk  mengungkapkan maupun membangkitkan emosi keagamaan di kalangan pemeluk kepercayaan suatu agama, agar agama benar-benar dirasakan/dihayati manusia.
b.      Kemampuan suatu benda atau tindakan untuk mengungkap atau membangkitkan emosi keagamaan bersandar pada daya simbolik yang dimiliki oleh benda atau tindakan tersebut.
c.       Daya simbolik suatu benda atau perilaku keagamaan bertumpu pada sistem kepercayaan manusia terhadap keberadaan Yang Maha Kuasa.
d.      Kemampuan suatu benda atau perilaku untuk membangkitkan atau mengungkapkan emosi keagamaan, pada dasarnya selaras dengan daya pesona yang dimiliki oleh benda atau perilaku seni.
e.       Pesona yang dimiliki oleh benda atau perilaku agama tersebut merupakan efek dari penerapan suatu teknologi dan teknik tertentu pada material seni
1.5  Hubungan Ilmu dan Agama
a.       Titik Persamaan
Baik ilmu dan agama bertujuan sekurang-kurangnya berusaha berurusan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran. Ilmu pengetahuan dengan metodenya sendiri mencari kebenaran tentang alam dan manusia. Agama dengan karakteristiknya memberikan jawaban atas segala persoalan asasi yang dipertanyakan manusia ataupun tentang tuhan.
b.      Titik Perbedaan

Ilmu merupakan hasil dari sumber ra’yu (akal, budi,rasio) manusia. Sedangkan agama bersumberkan wahyu dari Allah swt.Ilmu pengetahuan mencari kebenaran denan jalan penyelidikan (riset, research), pengalaman (empiri), dan percobaan (eksperimen) sebagai batu ujian.
Manusia mencari dan menemukan kebenaran dalam agama dengan jalan mempertanyakan (mencari jawaban tentang) berbagai masalah asasi dari atau kepada kitab suci, kodifikasi firman ilahi untuk manusia. Kebenaran ilmu pengetahuan ialah kebenaran fositif (berlaku sampai dengan saat ini ),
Kebenaran filsafat adalah kebenaran spekulatif (dugaan yang tak dapat dibuktikan secara empiris, reset dan eksperimental). Baik kebenaran ilmu maupun filsafat, kedua-duanya nisbi (relative).
Sedangkan kebenaran agama bersifat mutlak (absolute) karena agama adalah wahyu yang diturunkan oleh zat yang Maha Benar, Maha Mutlak, dan Maha sempurna, yaitu Allah swt.
Baik ilmu maupun filsafat,kedua-duanya bermulai dengan sikap sangsi atau tidak percaya dan iman.

c.       Titik Singgung

Tidak smua masalah yang dipertanyakan manusia dapat dijawab secara positif oleh ilmu pengetahuan, karena ilmu itu terbatas : Allah swt; terbatas oleh subjeknya (sang penyelidik), oleh subyeknya (naik objek material maupun objek formalnya), oleh metodologinya. Tidak semua masalah yang tidak atau belum dijawab oleh ilmu, lantas dengan sendirinya dapat dijawab oleh filsafat. Jawaban filsafat sifatnya spekulatif dan alternative. Tentang suatu masalah asasi yang sama terdapat berbagai jawaban filsafat (para fisuf) sesuai dengan jalan dengan titik tolak sang ahli filsafat itu. Agam member jawaban tentang banyak soal sasi yang samasekali tidak terjawab oleh ilmu, yang dipertanyakan (namun tidak terjawab secar bulat ) oleh filsafat.

BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan
           
Ø  Ilmu adalah hasil usaha pemahaman manusia yang disusun dalam suatu system mengenai kenyataan, struktur, pembagian, bagian-bagian tentang hokum-hukum dan hal ikhwaal yang diselidikinya.
Ø  Filsafat berarti berfikir, jadi yang penting ialah ia dapat berfikir.
Ø  Agama adalah suatu system credo (tata keimanan dan tata keyakinan) atas adanya sesuatu yang mutlak diluar manusia.
Ø  Ilmu, filsafat dan agama mempunyai hubungan yang terkait dan reflektif dengan manusia. Dikatakan terkait karena ketiganya tidak dapat bergerak dan berkembang apabila tidak adaa alat dan tenaga utama manusia, tiga alat daan tenaga utama manusia itu adalah : akal fikir, rasa dan keyakinan, sehingga dengan ketiga hal tersebut manusia dapat mencapai kebahagiaan dirinya.

 
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad syadali, mudzakir.2004.filsafat umum,pustaka setia. Bandung.
http://mawarputrijulica.wordpress.com/2011/03/07/filsafat-ilmu-hubungan-iptek-agama-budaya/

0 comments:

Post a Comment