BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam pandangan posisi
pusat yang ditempati oleh pemerintah dari negara pada proses perkembangan dan
dalam kenyataan bahwa mereka ingin menggunakan alat-alat terbatas menurut cara
mereka ke arah perubahan sosio-ekonomis yang cepat dan jangkauan jauh, disini
bimbingan yang tepat dan terarah menjadi amat penting.Hal ini hanya dapat
dijamin jika perencanaan pemerintah benar-benar sehat.
Gambaran ini terutama
terkait dengan berbagai kegiatan perencanaan dan hubungan antarnya.Pedoman
semacam ini dilengkapai dengan hubungan model.Ini dapat dipergunakan pada
permulaan untuk menentukan arah yang harus diambil oleh proses dari perencanaan
pemerintah.
Model hubungan dari
perencaan pemerintahan yang multi dimensi bukanlah suatu model yang dapat
dipakai dalam segala situasi.Yang harus dipahami bahwa perbedaan dari
problem-problem pembangunan sangat luas. Hal itu harus disesuaikan dengan
keadaan konteks pembangunan itu sendiri.
Diharapkan konstruksi
dari model hubungan dan percobaan dari perencanaan pemerintah seperti kasus di
Suriname terhadap model ini akan menolong melengkapi pandanagn kedalam yang
lebih jauh menuju paad proses perencanaan pemerintah di negara-negara
berkembang.Dengan demikian, tidak ada salahnya kita menambah pengetahuan dengan
macam perencanaan ini dalam waktu yang sesingkat mungkin, guna kepentingan dan
perkembangan pembanguann negara.
1
1.2 Tujuan
1.
Mengetahui dan memahami Konsep
Perencanaan Pemerintahan yang Multi Dimensi
2.
Mengetahui dan memahami segala dimensi
dari model Multi Perencanaan Pemerintah
3.
Mengetahui dan memahami Hubungan Antar
Dimensi-dimensi Model Perencanaan Pemerintah yang Multi-Dimensi
4.
Mampu mengkaji dengan baik segala
tentang Pemerintahan yang Multi Dimensi serta mampu menjadi pengimplementasi
yang bijak dalam penerapannya secara nyata.
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa
yang disebut pemerintahan yang multi dimensi?
2. Apa
saja yang menjadi konsep dalam pemerintahan yang multi dimensi?
3. Apa
saja yang tergolong dalam dimensi dari model multi perencanaan pemerintah?
4. Bagaimana
hubungan antar dimensi-dimensi model perencanaan pemerintah yang multi-dimensi?
2
BAB II
PEMBAHASAN
PERENCANAAN
PEMERINTAH
YANG
MULTI DIMENSI
2.1 Konsep Perencanaan Pemerintah Yang Multi Dimensi
Perencanaan pemerintah yang Multi Dimensi adalah Sistem perencanaan yang termasuk di dalamnya subyek
perencanaan yang terdiri dari seluruh bagian administrasi pemerintah yang ada
hubungannya dengan sasaran-sasaran yang telah di tetapkan dan mengemukakan
ukuran-ukuran yang terpandang penting untuk mencapai sasaran-sasaran itu.
Ukuran-ukuran itu
menunjukkan jalan yang didalamnya tercakup alat-alat yang tersedia untuk
dipergunakan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan situasi
setempat.
Obyek perencanaan dalam
hal ini adalah seluruh aspek dari negara dan rakyat termasuk pula pemerintah
yang memiliki subyek perencanaan.
Dalam merumuskan konsep
ini hendaknya dibedakan antara subyek perencanaan, umpamanya perorangan atau
organisasi yang melaksanakan perencanaan
dan obyek perencanaan, seperti masyarakat, daerah atau bagian dari pada
struktur sosio-ekonomis yang ada hubungannya dengan perencanaan.
Pertama,
sumbangan-sumbangan yang dibuat pada konsep perencanaan oleh berbagai keharusan
(ekonomi, sosiologi dan perencanaan fisik) dibagi kedalam mekanisme
pemerintahan yang menyangkutkan dirinya dengan perencanaan (subyek
perencanaan).
2.2 Dimensi Model Multi Perencanaan Pemerintah
Model yang di bahas dalam dalam bagian ini ada beberapa macam. Berbagai macam model ini dimaksudkan untuk membedakan hubungan antara yang berubah-ubah dalam cara yang non matematik dalam bentuk suatu pola hubungan. Di sini bagian-bagian pelengkap dari proses perencanaan pemerintah digariskan dalam empat kelompok dari dimensi-dimensi, seperti tingkatan-tingkatan, sektor-sektor, segi-segi dan tahap-tahap diistimewakan.
3
2.2.1 Tingkatan-tingkatan
Pembagian ini memiliki hubungan pada
kedua subyek perencanaan dan obyek perencanaan.
Tingkatan-tingkatan
tersebut dibedakan dalam tiga tingkatan yaitu:
a) Tingkatan
nasional dari perencanaan pemerintah yang multi dimensi adalah sebagian dari
perencanaan pemerintah yang dilaksanakan oleh sebuah badan perwakilan
pemerintah pusat dan mempunyai hubungan ke daerah, serta dilaksanakan oleh
pemerintah itu. Hasil perencanaan nasional, rencana-rencana nasional tidak
dapat dilaksanakan sebagai suatu ketentuan, sebab kesemua itu adalah
rencana-rencana induk/koordinatif.
b) Daerah
perencanaan pada tingkatan regional memiliki kriteria utama yang ditetapkan,
yaitu daerah hendaknya merupakan daya yang leluasa untuk memelihara
problema-problema dan fungsi-fungsi dalam proporsi manajemen; dan itu berarti,
bahwa tujuan dari perencanaan pemerintah pada tingkatan regional harus
mencerminkan struktur sosial, ekonomi dan fisik yang tertentu dan
homogen.Rencana regional sama seperti halnya rencana nasional, lebih merupakan
bentuk asli dari kerangka umum, artinya masih membutuhkan pengerjaan dalam
perincian yang lebih mendalam, sebelum dapat dikemukakan kepada organisasi
eksekutif untuk pelaksanaannya.
c) Perencanaan
pada tingkat lokal diarahkan pada bagian yang khusus dan jelas dari obyek
perencanaan, misalnya pemekaran daerah atau proyek pembukaan daerah, pembangunan
rumah sakit yang baru dan lain-lain.Subyek perencanaan dapat ditempatkan pada
tingkatan pemerintahan lokal, tapi mungkin juga organisasi perencanaannya ada
pada tingkatan regional atau nasional.
Model lain dari
perencanaan adalah perencanaan proyek, dimana semua hal yang terperinci
dikerjakan penuh, sehingga proyek yang bersangkutan siap untuk
dilaksanakan.Perencanaan proyek biasanya dikerjakan oleh organisasi eksekutif.
Ketiga macam
perencanaan pemerintah itu dapat dikatakan sebagai perencanaan horizontal,
sebab mereka masing-masing berhubungan pada satu tingkatan pemerintahan.
4
2.2.2 Sektor-sektor
Perencanaan Sektor dinyatakan sebagai perencanaan
vertikal, yakni untuk memperlihatkan suatu antar hubungan pada berbagai
tingkatan dalam sektor yang di berikan itu.
Obyek perencanaan dapat
diklasifikasikan atas dasar berbagai kegiatan yang di lakukan dalam masyarakat ( sektor-sektor ).
2.3.Segi-segi
Betapa pun, obyek
perencanaan dari pemerintah yang multi dimensi itu di klasifikasikan, tapi segi-segi sosial,
ekonomi atau fisik senantiasa ada dan erat hubungannnya.
Setiap segi memperoleh
perhatian yang tidak sama besar, namun tergantung pada perkembangannya yang
saling berbeda terutama terhadap perencanaan sektor atau perencanaan pada
berbagai tingkatan.
2.4.Tahap-tahap
Proses perencanaan
sangat erat terkait dengan semua kegiatan pemerintah. Atas dasar itu, proses
kegiatan-kegiatan pemerinath harus dianaliasis secara cermat sebelum proses
perencanaan dilakukan.
a) Merumuskan
sasaran-sasara ; berbagai kemungkinan hendaknay diprediksi disini antar rencana
sasaran dan sasaran senyatanya.Rencana sasaran memegang peranan yang penting
umpamanya dalam acara partai-partai politik.
b) “Stock-taking”
dan pemeriksaan ; adalah penting, bahwa perencanaan memiliki gambaran yang
cukup diantaranya mengenai situasi yang oleh perencana harus dijadikan dasar
dan alat-alat yang tersedia.Bagaimanapun juga perencana perlu untuk menguji
tentang kebenaran dan prasarana daripada data-data yang dikumpulkanoleh
organisasi-organisasi research guna membangun dasar analisa dari situasi
sekarang.
c) Pembuatan
rencana dapat dibagi dalam tujuh bagian :
1. Perencanaan
harus dimulai dengan menganalisis situasi sekarang, denagn memprediksi
sasaran-sasaran yang harus di capai.
2. Langakh
selanjutnya ialah menentukan prioritas “action program” ; mana yang harus
dilaksanakan dalam waktu dekat untuk mencapai sasaran-sasaran, ditetapakan
dalam tahap yang terdahulu.Disarankan untuk membuat “alternative program” dalam
rencana-rencana ayng terpenting.
5
3. Waktu
dan metode yang dibutuhkan untuk pelaksanaan dari tiap program haruslah
ditentukan.
4. Berbagai
“action program” hendaknay ditinjau dari latar belakang dan situasi sekarang,
alat-alat ayng tersedia dan periode (jangka waktu) yang diperlukan untuk
pelaksanaannya.
5. Pemilihan
haruslah dibuat diantara program-program yang optimal dan praktis.
6. Dalam
keadaan-keadaan umumnya, sejumlah “action program” yang terwujud bersama-sama
dalam satu rencana, haruslah diintegrasikan.
7. Akhirnya
hasil-hasil dari paad kegiatan-kegiatan yang dihubungkan oleh bagian-bagian
yang terdahulu haruslah diuraikan pula tujuan-tujuan, analisa singkat mengenai
situasi sekarang serta program-program pelaksanannya yang tepat.
d) Menetapkan
rencana ; suatu waktu rencana dibuat oleh badan pelaksana haruslah disahkan,
pertama oleh pemerintah dan kemudian oleh Dewan Perwakilan Rakyat.Seksi yang
bertanggungjawab politis bagi pemerintahan, Dewan. Menteri dapat melimpahkan
wewenang untuk mengesahkan rencana-rencana yang kurang penting pada seksi-seksi
administratif.Hanya rencana-rencana yang paling penting saja dikemukakan
terpisah kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk disahkannya, meskipun dalam
mengesahkan Anggaran Belanja, Dewan Perwakilan Rakyat telah menyinggung pula
semua rencana dengan cara yang sama.
e) Pelaksanaan
; Apabila pengesahan telah diperoleh, renacna telah siap untuk dilaksanakan,
dapat dipercayakan kepada badan-badan pemerintah seluruh atau sebagiannya, tapi
dapat pula diberikan kepada perusahaan-perusahaan swasta. Dalam hal ini,
pemerintah pada tempatnay untuk tetap bertanggungjawab sejauh rencana-rencana
yang ada hubungannya dengan kegiatan-kegiatannya sendiri.
f) Evaluasi
; Perencanaan pemerintah adalah panduan untuk memberikan petunjuk pembangunan
dalam negeri menurut garis-garis tertentu. Pada hakikatnya merupakan proses
pengarahan.Rencana-rencana haruslah dibuat dengan dasar yang matang, sementara
perubahan-perubahan besar dan laus senantiasa terjadi.Evaluasi sangat perlu
dilakukan oleh
6
lembaga-lembaga research yang independen dan erat
bekerjasama dengan badan-badan perencanaan dan eksekutif.
Proses
perencanaan adalah merupakan perencanaan yang terus menerus, yaituseperti
halnay penilaian mengelilingi lingkaran perencanaan, yang satu denagn yang
lainnya mengambil jalan bawah. Berbagai tahap dan lingkaran kadang-kadang
melampaui batasnya.
2.3 Hubungan Antar Dimensi-Dimensi Model Perencanaan Pemerintah yang Multi Dimensi
Setelah
membuat garis besar yang singkat mengenai berbagai unsur kearah penentuan
proses perencanaan pemerintah yang multi dimensi, kita lanjut mengenai
pemikiran tentang hunungan antar berbagai dimensi.
a) Hubungan
antar berbagai tingkatan dari perencanaan adalah hierarkis alamiah.Hubungan
antar dari padanya telah di tentukan dan di persatukan yang satu dengan yang
lain.
b) Sektor-sektor
yang di jalin erat, berbagai rencana sektor sangat penting untuk di hubungakan
antara satu dengan yang lain.
c) Perencanaan
senantiasa mengadakan pendekatan secara kolektif dan tidak secara perorangan.
Berbagai rencana untuk obyek perencanaan haruslah diperlakukan dengan suatu
cara yang dapat di pahami.
d) Ketiga
tahapan dari proses perencanaan adalah jelas di hubungkan yang satu dengan yang
lainnya.
e) Hubungan
antara tingkaatan-tingkatan dan tahapan-tahapan dari proses perencanaan adalah
berbeda-beda
f) Hubungan
anatra perencanaan ( tingkatan ) horinsontal dan sektor perencanaan vertikal (
sektor ) menempati posisi pusat dalam koordinasi dan integrasi dari seluruh
proses perencanaan pemrintah.
7
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Model hubungan dari
perencanaan pemerintah yang multi dimensi bukanlah suatu model yang dapat di
pakai dalam segala situasi. Yang harus di pahami bahwa perbedaan dari
problem-problem pembangunan sangat luas. Hal itu harus di sesuaikan dengan
keadaan konteks pembangunan itu sendiri.
8
DAFTAR PUSTAKA
Syarifudin,
Ateng. Kapita Selekta.
Yogyakarta:Citra Media, 2006.
https//www.pemerintahan
multi dimensi.com
0 comments:
Post a Comment